Selasa, 07 Juni 2016

Peluknya

Penat lelah terasa ketika bertambahnya usia
Beban hidup yang semakin berat dan nyata di depan
Sering dipandang sebelah mata sudah biasa
Tapi hidup harus tetap melangkah ke depan bukan?

Butuh pendamping hidup, iya
Butuh kamu, mungkin

Lelah ini sekejap menghilang ketika wajah itu muncul di depan mata
Ingin rasanya berlari ke arah nya dan memeluknya
Berbaring bersama menikmati lelah ini yang mendadak berubah menjadi indah
Malam itu membuat ku tak ingin beranjak dari peluknya





Selasa, 10 Mei 2016

Syal Kita

Kamu sesosok pria yang aku kenal 6 tahun yang lalu. Ada hati yang tergerak ketika berjumpa dengan mu, senyum itu menghampiriku, dan aku pikir itu hanya sesaat.
Kamu menghilang dan tenggelam dalam duniamu, begitupun aku yang tenggelam ke dalam beberapa hati yang baru, dunia yang menurutku sempurna, kita dipisahkan jarak dan keadaan, hati ini pun telah terpaut kepada pria lain.
Sampai pada akhirnya Tuhan mempertemukan kita 3 November 2015 , di tempat yang tidak pernah terpikirkan olehku, di suasana yang hening gelap di depan sebuah rumah singgah
Bagaikan melihat sesuatu yang merekah merah menyala tak percaya, aku tertarik mekipun rasa itu belum hadir.
13 November 2015 kita merajut benang baru, agar nanti bisa berbentuk syal hangat dan menghangatkan kita ketika badai pertengkaran datang. Rajutan yang indah, meskipun belum terajut sempurna setidaknya mampu menghangatkan dari angin - angin kecil.
Tiba saatnya salah satu diantara kita lelah karena hanya terus merajut, bukankah syal tidak akan selaesai jika hanya dirajut dengan 1 tangan? begitupun syal kita yang tidak terajut rapi menutup lubang. Badai pun datang dengan tiba - tiba hanya rajutan  1 tangan saja yang menghangatkan 2 hati dari badai itu. Syal yang pada akhirnya tergeletak tak pernah dirajut lagi oleh 2 tangan yang saling menggenggam